Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘fatwa ulama’


Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Pertanyaan: Apakah dibolehkan bagi seorang muslim untuk menjadi pembantu orang non-muslim? Dan bila dibolehkan, bolehkah menyajikan makanan untuk mereka pada siang hari bulan Ramadhan?

Al-Lajnah menjawab:

Islam adalah agama yang toleran dan mudah. Bersamaan dengan itu, Islam adalah agama yang adil. Hukum seorang muslim menjadi pembantu bagi orang kafir, berbeda sesuai dengan tujuannya. Bila tujuannya adalah syar’i, dengan mewujudkan hubungan baik antara dia dengan orang kafir itu sehingga dia bisa mendakwahinya kepada Islam dan menyelamatkannya dari kekafiran dan kesesatan, ini adalah tujuan yang mulia. Dan di antara kaidah yang telah tetap dalam syariat ini: “Sarana-sarana hukumnya seperti hukum tujuannya.” Bila tujuannya adalah perkara yang wajib, maka sarana itu menjadi wajib pula. Dan bila tujuannya adalah perkara haram, maka sarana itu menjadi haram. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Soal:
Beragam bahaya menyerang umat Islam dari berbagai sisi. Apakah bahaya yang terbesar bagi umat? Dan bagaimana jalan menolak bahaya tersebut?

Jawab:
Bahaya terbesar yang dihadapi oleh kaum muslimin adalah jauhnya mereka dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan menggantinya dengan undang-undang buatan manusia serta beragam isme yang menyimpang. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin (khutbah Jum’at)

Wahai kaum muslimin ! …

Diantara pakaian yang diharamkan adalah pakaian yang sekarang telah terkenal dan tersebar yaitu pakaian yang ada gambar (makhluk bernyawa), karena pernah Aisyah -Radhiyallahu’anha- membeli namruqah. Namruqah adalah bantal atau sarung bantal yang ada gambar-gambar (makhluk bernyawa), kemudian Nabi Shalallahu’alai wasallam datang, ketika beliau melihatnya beliau berdiri didepan pintu dan tidak mau masuk. kata Aisyah : “Aku melihat ketidak senangan diwajah beliau”, maka aku katakan : “Wahai Rasulullah saya kembali kepada Allah dan rasulnya, apa salah saya ?”. Maka Rasulullah Shalallahu’alai wasallam bersabda : “Kenapa ada namruqah ini ?”, maka aku jawab : “Aku membelinya untukmu agar engkau pakai duduk diatasnya dan berbantalkan dengannya”. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya pembuat gambar ini disiksa pada hari kiamat dengan dikatakan kepada mereka hidupkanlah apa yang kamu ciptakan, kemudian beliau bersabda : (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri

Pertanyaan:
Setelah menerima dakwah, saya berlaku kasar kepada istri saya. Saya baru memiliki ilmu yang sedikit dan berusaha mengamalkannya. Saya memaksa istri saya untuk melakukan perkara-perkara yang belum siap untuk dia lakukan. Sebagai tambahan, saya terjerumus kepada perkara dosa yang menyebabkan imannya turun dan perasaan istri kepada saya pun menurun. Ini menyebabkan imannya jatuh, dia semakin ragu dan takut kepada ilmu. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Berkata Al Imam An Nawawi di dalam kitabnya yang mulia Riyadhus Shalihin:

Dari Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ فِي الرَّحَا فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ يَا فُلَانُ مَا لَكَ؟ أَلَمْ تَكُ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ؟! فَيَقُولُ بَلَى كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيْهِ وَأَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ
(lebih…)

Read Full Post »


Penulis: Ummu ‘Abdillâh Al-Wâdi’iyyah hafizhahallâh

Berkata Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah (9/320):

“Telah bercerita kepada kami ‘Ali, ia berkata telah berbicara kepada kami Ibnu ‘Aliyah dari Humaid dari Anas, ia berkata: “Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berada di tempat sebagian istrinya. Lalu salah satu dari Ummul Mukminin mengirim piring yang berisi makanan, maka istri Nabi yang sedang berada di rumahnya memukul tangan pelayan itu, sehingga jatuhlah piring tersebut dan pecah.

Kemudian Nabi memunguti pecahan piring dan makanan, sambil mengatakan: ((غَارَتْ أُمُّكُمْ)) “Ibu kalian cemburu.” Lalu beliau menahan pelayan tersebut sampai beliau menggantinya dengan piring milik istri yang beliau sedang di rumahnya. Lalu beliau memberikan piring yang utuh kepada istri yang piringnya pecah, dan menahan piring yang sudah pecah di rumah istri yang telah memecahkan piring tersebut.”” (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Ummu Salamah As Salafiyyah

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا)

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An Nisa’ : 4)

– APAKAH DISUNNAHKAN POLIGAMI DALAM ISLAM ? (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »