Feeds:
Pos
Komentar

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Soal Kedua:
Di antara para penuntut ilmu ada yang mengatakan: Kami tidak akan mengikuti salah satu madzhab yang empat. Bahkan kami akan berijtihad seperti mereka dan beramal layaknya mereka, serta kami tidak akan menghiraukan ijtihad mereka. Bagaimana pendapat anda tentang hal ini? Dan apa nasehat anda kepada mereka?
Lanjut Baca »


Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Soal Pertama:
Termasuk yang tersebar di kalangan para penuntut ilmu, khususnya di universitas-universitas dan yayasan-yayasan pendidikan, pernyataan sebagian orang bahwa ilmu telah pergi bersama pemiliknya; dan bahwa tidak akan ditemukan seseorang yang belajar di sebuah yayasan pendidikan kecuali dia bertujuan untuk mencari ijazah dan perkara dunia. Bagaimana bantahan terhadap mereka? Apa hukumnya apabila seseorang meniatkan mencari ilmu untuk mendapatkan dunia dan ijazah, namun di samping itu dia juga meniatkan untuk memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya? Lanjut Baca »


Oleh: Asy Syaikh Abdullah Mar’ie

 

Soal:

Apakah orang yang berhaji dengan harta yang haram hajinya sah?

 

Jawab:

Hajinya sah, akan tetapi dia berdosa. Hajinya adalah haji yang naqish (tidak sempurna) disebabkan oleh harta haram tersebut.

 

Mungkin sebagian orang akan mengatakan, lantas bagaimana dengan hadits,

 

“Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima kecuali yang baik-baik.” ? Lanjut Baca »


Oleh: Asy Syaikh Abdullah Mar’ie

Soal: Apa hukumnya menggunakan aplikasi seperti netcut yang bisa memutus koneksi internet client yang lain untuk meningkatkan kecepatan download si pengguna aplikasi? Lanjut Baca »


Oleh: Asy Syaikh Abdullah Mar’ie

Pertanyaan: Wahai syaikh, sebagian pasangan yang ingin menikah melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, apakah masing-masing calon pasangan mengidap penyakit tertentu atau tidak. Apa hukum pemeriksaan kesehatan semacam ini? Apakah ini tidak termasuk tanatthu’ (sikap yang berlebih-lebihan)? Lanjut Baca »


Ditulis oleh: Wira Bachrun Al Bankawy

Bila kita membaca biografi para ulama, kita akan dapati bahwa permulaan mereka dalam menimba ilmu tidaklah mudah. Mereka justru mendapat tantangan dari orang-orang terdekat mereka. Lanjut Baca »


Oleh: Wira Bachrun Al Bankawy

Asy Syaikh Ibn Baaz pernah diberi tahu tentang seseorang (ahlul bid’ah). Asy Syaikh pun menerangkan kesalahan-kesalahannya sambil sekretaris beliau menuliskan apa yang beliau ucapkan. Ketika itu tiba-tiba ada salah seorang hadirin berkata, “Wahai Syaikh orang tersebut juga telah mencelamu demikian dan demikian…” Asy Syaikh terdiam. Beliau tidak melanjutkan tulisannya, kawatir apa yang dia tulis tidak lagi karena Allah, tapi karena untuk membela dirinya. (Al Imam Ibnu Baaz, Durus wa Mauqif wa Ibar, hal 86) Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 507 pengikut lainnya.