Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Muslimah’ Category

Hukum Pre-marital Check Up


Oleh: Asy Syaikh Abdullah Mar’ie

Pertanyaan: Wahai syaikh, sebagian pasangan yang ingin menikah melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, apakah masing-masing calon pasangan mengidap penyakit tertentu atau tidak. Apa hukum pemeriksaan kesehatan semacam ini? Apakah ini tidak termasuk tanatthu’ (sikap yang berlebih-lebihan)? (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Pertanyaan:
Seorang muslim dan muslimah dituntut oleh undang-undang untuk hadir di kantor pencatatan pernikahan (semacam KUA di negeri kita –pent). Maka pergilah sang lelaki dan sang wanita ke kantor tersebut sebelum pernikahan tersebut berlangsung bersama dengan para saksi nikah. Terjadilah di sana ijab kabul. Apakah pernikahan ini sah secara syari’at? (lebih…)

Read Full Post »

Sembelihan Wanita


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Pertanyaan:
Apakah boleh seorang wanita melakukan penyembelihan burung atau binatang yang sejenisnya?

Jawaban:
Wanita boleh menyembelih burung atau yang lebih besar dari itu.

Adapun dalilnya, (diriwayatkan) bahwa seorang budak wanita menggembala kambing di Sil In, yaitu sebuah bukit yang ada di Madinah. Suatu ketika, serigala membawa seekor kambing padanya. Kemudian dia menyembelihnya dengan batu. Dan ini terjadi pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup. Maka sembelihan seorang wanita adalah halal, walaupun dia dalam keadaan haid, dan walaupun ada seorang laki-laki yang bisa menyembelihnya. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Pertanyaan: Apakah dibolehkan bagi seorang muslim untuk menjadi pembantu orang non-muslim? Dan bila dibolehkan, bolehkah menyajikan makanan untuk mereka pada siang hari bulan Ramadhan?

Al-Lajnah menjawab:

Islam adalah agama yang toleran dan mudah. Bersamaan dengan itu, Islam adalah agama yang adil. Hukum seorang muslim menjadi pembantu bagi orang kafir, berbeda sesuai dengan tujuannya. Bila tujuannya adalah syar’i, dengan mewujudkan hubungan baik antara dia dengan orang kafir itu sehingga dia bisa mendakwahinya kepada Islam dan menyelamatkannya dari kekafiran dan kesesatan, ini adalah tujuan yang mulia. Dan di antara kaidah yang telah tetap dalam syariat ini: “Sarana-sarana hukumnya seperti hukum tujuannya.” Bila tujuannya adalah perkara yang wajib, maka sarana itu menjadi wajib pula. Dan bila tujuannya adalah perkara haram, maka sarana itu menjadi haram. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i

Apakah dibolehkan seorang wanita bepergian dari satu negeri ke negeri lain untuk berobat dengan ditemani anak laki-laki dari saudara perempuannya (keponakan) sementara si anak belum mencapai usia baligh? (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Tanya:
Apakah dibolehkan bagi seorang wanita keluar ke pasar untuk membeli kebutuhan-kebutuhannya dan kebutuhan putrinya tanpa sepengetahuan suaminya?

Jawab:

Samahatusy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab: (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Apa hukum menggunakan produk kecantikan yang terbuat dari bahan-bahan kimia dan bahan-bahan alami yang berkhasiat mengubah warna kulit dari coklat menjadi putih?

Jawab:

Pertanyaan ini telah diajukan kepada seorang imam ahli fiqih masa ini, yaitu Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu. Beliau menjawab: (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 534 pengikut lainnya.