Soal: Apakah hukum memakai sutra sintetis, sebagaimana yang Anda ketahui bahwa banyak pakaian yang terbuat dari sutra sintetis semacam ini. Dan apakah sutra yang tidak boleh dipakai (oleh laki-laki-ed) itu hanya sutra alami saja? (more…)
Arsip untuk ‘Fiqh Ibadah’ Kategori
Hukum Sutra Sintetis
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label hukum sutra, sutra alami, sutra sintetis pada Maret 31, 2011 |
Zakat Harta dan Daging Kurban bagi Orang Kafir
Diposkan dalam Fiqh Ibadah pada November 14, 2010 |
Oleh: Komisi Tetap untuk Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa
Soal:
Bolehkah memberikan zakat harta atau hewan kurban untuk tetangga kafir yang musyrik yang tidak memiliki hubungan kekerabatan?
Jawab:
Allah telah menjelaskan siapa saja yang berhak menerima zakat harta pada sebuah ayat di Surat At Taubah, (more…)
Berkurban Bagi Orang yang Telah Meninggal
Diposkan dalam Fiqh Ibadah pada Februari 27, 2010 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Bolehkah berkurban bagi orang yang telah meninggal?
Jawab:
Di sini aku ingin memberi peringatan mengenai sebuah perkara yang dilakukan oleh sebagian orang awam yang meyakini bahwa kurban itu hanya dilakukan bagi orang yang telah meninggal. Sampai dahulu kala, bila salah seorang mereka ditanya “Apakah engkau telah berkurban bagi dirimu?” Dia menjawab, “Aku berkurban sementara aku masih hidup?” Dia mengingkari perkara ini. (more…)
Khusyu’ dalam Shalat
Diposkan dalam Fiqh Ibadah pada Mei 11, 2009 |
Oleh: Fadhilatul ‘Allamah DR. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah
Segala puji khusus bagi Allah, yang telah memerintahkan untuk beristi’anah (meminta tolong kepada-Nya) dengan kesabaran dan shalat dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Dia memberitakan bahwa hal itu merupakan suatu yang berat kecuali bagi para hamba-Nya yang khusyu’. Allah juga menyifati kaum mukminin dengan khusyu’ dalam shalat mereka. Allah menjadikannya sebagai sifat-sifat mereka. Allah berfirman: (more…)
Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
Diposkan dalam Fiqh Ibadah pada Januari 1, 2009 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
[Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)] (more…)
Tata Cara Menyembelih Qurban
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label arafah, daging kambing, idul adha, kurban, panitia kurban, panitia qurban, qurban, sembelihan pada November 29, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Bagaimana tata cara yang benar untuk menyembelih hewan kurban?
Jawab:
Tata cara yang benar jika hewan kurban berupa kambing, baik domba maupun yang biasa yaitu: (more…)
Larangan Bagi Orang yang Ingin Berkurban
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label arafah, daging kambing, idul adha, kurban, panitia kurban, panitia qurban, qurban, sembelihan pada November 28, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Apakah perbuatan yang terlarang bagi orang yang ingin berkurban bila telah masuk sepuluh (hari pertama) dari bulan Dzul hijjah? Lalu sejauh mana keshahihan sebuah hadits yang maknanya yaitu barang siapa yang ingin berkurban, maka dia tidak boleh mencukur rambut atau memotong kukunya sedikit pun sampai dia berkurban? Yang demikian itu berlangsung pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzul hijjah. Kemudian, apakah larangan ini sampai pada tingkat haram atau hanya sekedar mustahab (sunnah)? (more…)
Apa Tujuan Ibadah Qurban?
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label arafah, daging kambing, idul adha, kurban, panitia kurban, panitia qurban, qurban, sembelihan pada November 27, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Apa maksud dari berkurban dalam tinjauan syariat?
Jawab:
Maksudnya adalah pendekatan diri kepada Allah dengan melakukan kurban yang telah Allah gandengkan bersama shalat di dalam firman-Nya: (more…)
Hukum dalam puasa Sunnah 6 hari bulan Syawal
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label puasa enam, puasa syawal, puasa syawwal, silaturrahim, syawalan pada Oktober 4, 2008 |
Penulis: Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts wal Ifta’
Dalil-dalil tentang Puasa Syawal
Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.” [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164] (more…)
Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang-orang yang Berpuasa
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label keutamaan berbuka, Puasa, ta'jil, takjil pada September 1, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ (رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صحيح)
“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”) (more…)
E-Book: Tanya-Jawab Puasa Ramadhan
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label fidyah, i'tikaf, Puasa, ramadhan, shaum, shifat puasa, shoum, sifat puasa, tata cara puasa, tuntunan puasa, zakat fitrah, zakat fitroh pada Agustus 25, 2008 |
Sebentar lagi Ramadhan tiba, marilah kita tambah ilmu kita mengenai Ramadhan dengan menyimak kumpulan tanya jawab/ fatwa Ramadhan dari salah seorang ulama ahlul hadits dari Negeri Yaman, Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullahu ta’ala. (more…)
Bolehkah Mempublikasikan Kematian Seseorang?
Diposkan dalam Fiqh Ibadah pada Juli 24, 2008 |
Berikut beberapa fatawa dari para ulama rahimahumullah wa hafizhahum tentang perkara ini:
1. Fatwa Lajnah Ad Daimah
Soal:
Apakah boleh mengumumkan kematian seseorang di sebuah tempat dengan papan tulis khusus yang diletakkan di masjid? Padahal telah diketahui ada yang akan memandikan dan mengkafani mayyit tersebut. Adapun shalat jenazahnya, mayyit biasanya dishalatkan oleh kami setelah shalat dhuhur atau ashar. (more…)



