Oleh: Wira Bachrun Al Bankawy
Asy Syaikh Ibn Baaz pernah diberi tahu tentang seseorang (ahlul bid’ah). Asy Syaikh pun menerangkan kesalahan-kesalahannya sambil sekretaris beliau menuliskan apa yang beliau ucapkan. Ketika itu tiba-tiba ada salah seorang hadirin berkata, “Wahai Syaikh orang tersebut juga telah mencelamu demikian dan demikian…” Asy Syaikh terdiam. Beliau tidak melanjutkan tulisannya, kawatir apa yang dia tulis tidak lagi karena Allah, tapi karena untuk membela dirinya. (Al Imam Ibnu Baaz, Durus wa Mauqif wa Ibar, hal 86) (more…)


