Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Adab dan Akhlak’ Category


Oleh: Wira Bachrun Al Bankawy

Asy Syaikh Ibn Baaz pernah diberi tahu tentang seseorang (ahlul bid’ah). Asy Syaikh pun menerangkan kesalahan-kesalahannya sambil sekretaris beliau menuliskan apa yang beliau ucapkan. Ketika itu tiba-tiba ada salah seorang hadirin berkata, “Wahai Syaikh orang tersebut juga telah mencelamu demikian dan demikian…” Asy Syaikh terdiam. Beliau tidak melanjutkan tulisannya, kawatir apa yang dia tulis tidak lagi karena Allah, tapi karena untuk membela dirinya. (Al Imam Ibnu Baaz, Durus wa Mauqif wa Ibar, hal 86) (lebih…)

Read Full Post »

Ucapan Salam selain Assalamualaikum


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal:
Sebagian orang menggunakan ungkapan yang bermacam-macam ketika mengucapkan salam. Di antaranya, “Massakallahu bilkhair” (selamat sore), atau “Allah bilkhair”, “Saakallahu bilkhair”, “Kallahu bilkhair”, sebagai pengganti lafazh salam yang disebutkan (dalam hadits –pent) dan apakah boleh memulai ucapan salam dengan lafazh, “‘Alaikas salam”?
(lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Soal:
Kami dapati beberapa orang salafy demikian kasar dalam ucapan, dakwah, serta bersikap keras kepada keluarga mereka. Dan apabila dia melihat orang yang bukan dari kelompoknya, ekspresi mereka sinis, di mana ini berbeda dari apa yang kami dapati dari orang-orang IM (ikhwanul muslimin). Kami sangat kurang dalam berakhlak mulia, oleh karena itu kami sungguh membutuhkan nasehat darimu, jazakallahu khairan. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Aku nasehatkan kepada kalian untuk menghormati orang-orang yang memiliki hak untuk dihormati, yaitu orang-orang yang memiliki perjanjian untuk melindungi kalian. Di negeri tempat kalian tinggal ini, kalian memiliki perjanjian dengan mereka. Kalau tidak karena ini, mungkin mereka akan membunuh atau mengusir kalian. Oleh karena itu penuhi perjanjian ini, dan jangan kalian langgar, karena pelanggaran merupakan tanda kemunafikan, dan ini bukanlah sifat orang-orang yang beriman. Dan ketahuilah bahwa telah shahih dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
((انصر أخاك ظالماً أو مظلوماً))

“Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zhalim atau ketika dia dizhalimi.”

Seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika ia terzhalimi, namun apabila dia berbuat zhalim, bagaimana aku menolongnya?”

Beliau menjawab,
((تحجزه أو تمنعه من الظلم فإن ذلك نصره))
“Cegahlah dia atau tahanlah dia dari berbuat zhalim, maka ini adalah pertolongan baginya.” (HR. Al Bukhari)

Penjelasan Hadits: (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Soal:
Wahai fadilatus syaikh, bolehkah menonton acara olahraga di televisi?

Jawab:
Aku ingin bertanya tentang menonton acara olahraga di televisi ini, apa manfaat yang diperoleh? (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Soal:
Apa hukum memuji pemain bola profesional yang kafir, dan dia dipuji ketika dia menjadi sebab kemenangan timnya? (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من صنع إليه معروف فقال لفاعله: جزاك اللَّه خيراً، فقد أبلغ في الثناء

“Barangsiapa yang diberikan sesuatu kebaikan, maka hendaknya dia ucapkan ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu)’ kepada orang yang memberi kebaikan. Sungguh hal yang demikan telah bersungguh-sungguh dalam berterimakasih.” (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Pertanyaan: Apakah dibolehkan bagi seorang muslim untuk menjadi pembantu orang non-muslim? Dan bila dibolehkan, bolehkah menyajikan makanan untuk mereka pada siang hari bulan Ramadhan?

Al-Lajnah menjawab:

Islam adalah agama yang toleran dan mudah. Bersamaan dengan itu, Islam adalah agama yang adil. Hukum seorang muslim menjadi pembantu bagi orang kafir, berbeda sesuai dengan tujuannya. Bila tujuannya adalah syar’i, dengan mewujudkan hubungan baik antara dia dengan orang kafir itu sehingga dia bisa mendakwahinya kepada Islam dan menyelamatkannya dari kekafiran dan kesesatan, ini adalah tujuan yang mulia. Dan di antara kaidah yang telah tetap dalam syariat ini: “Sarana-sarana hukumnya seperti hukum tujuannya.” Bila tujuannya adalah perkara yang wajib, maka sarana itu menjadi wajib pula. Dan bila tujuannya adalah perkara haram, maka sarana itu menjadi haram. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Soal:
Apakah melepas sandal waktu di kuburan itu sunnah atau bid’ah?

Jawab:

Disyariatkan bagi yang masuk kuburan untuk melepas kedua sandalnya, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Basyir bin Al-Khashashiyyah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: (lebih…)

Read Full Post »


(Disusun oleh Al Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al Bugisy)

Bagi kalangan aktivis pergerakan Islam, nasyid menjadi alternatif dari “cara bermusik”. Mereka berkukuh bahwa selama tidak mengandung hal-hal yang dilarang dalam syariat, hal itu diperbolehkan bahkan bisa menjadi sarana “dakwah”. Mereka seakan lupa, nasyid mereka hampir tak ada bedanya dengan lagu kecuali pada syair. Syairnya pun -meski kadang berbahasa Arab- bahkan kerap mengandung kesyirikan dan kebid’ahan. (lebih…)

Read Full Post »

Taubat dari Hasad dan Dengki


Oleh: Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz

Soal:
Saya ingin bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari sifat hasad1, iri/dengki, dan saya telah berupaya sekuat tenaga untuk lepas dari sifat tersebut. Namun di banyak kesempatan, setan menghias-hiasi sifat tersebut kepada saya dengan jalan rasa cemburu. Jika saya cemburu kepada teman-teman saya sesama wanita atau cemburu melihat keberadaan wanita lain, tumbuhlah hasad saya. Saya pernah mendengar ucapan seorang teman: “Simpanlah rasa cemburu dan hasadmu di dalam hati, jangan engkau ucapkan dengan lisanmu. Jika demikian, engkau tidak akan berdosa.” Apakah benar ucapannya ini? (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 510 pengikut lainnya.