• Beranda
  • Indeks
  • Indeks 2
  • Profil dan Buku Tamu
  • Kirim Pertanyaan

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Aqidah, Ibadah, Tauhid, Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Muslimah, Muamalah, Akhlak, Doa, Zikir, Nikah, Jihad, Hubungan Seks, Jilbab, Cadar, Sedekah, Bid'ah, Sufi, Sufisme, Aliran dalam Islam, dari para Ulama Ahlus Sunnah wal jama'ah Salafy, Salafi, Salafiyun, Bin Baaz, Albani, Utsaimin, Muqbil, Rabi' bin Hadi, Shalih Fauzan, Ubaid Al Jabiri, Abdul Muhsin Al Abbad, Ahmad An Najmi, Shalih Luhaidan, Shalih Alu Syaikh, Ibnul Qayyim, Al Bukhari, Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Feeds:
Tulisan
Komentar

Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Satu: Keimanan dan Istiqamah

8 Oktober 09 oleh Abu Umar

Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ : أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانُ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ . قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
[رواه مسلم]

Dari Abu ‘Amr –ada juga yang menyebutnya- Abu Amrah Sufyan bin Abdullah Ats Tsaqafi radhiyallahu’anhu. Dia berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang aku tidak akan bertanya tentang hal itu kepada seorang pun selainmu”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim. Shahih dikeluarkan oleh Muslim di dalam [Al Iman/38/Abdul Baqi])

Penjelasan:

Hadits ke 21 dari hadits Arba’in Nawawi ini dari Abu ‘Amr, ada juga yang menyebutnya Abu Amrah Sufyan bin Abdullah Ats Tsaqafi, dia berkata: “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang aku tidak akan bertanya tentang hal itu kepada seorang pun selainmu”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah. Yakni, ucapan simpel tapi jelas lagi terang, sehingga aku tidak bertanya kepada seorang pun selainmu tentang perkara tersebut, maka Nabi bersabda kepadanya, “Katakanlah, aku beriman kepada Allah.” Ini adalah di dalam hati. Sedangkan istiqamah dilakuakn dengan perbuatan. Lalu Nabi memberikan kepadanya dua kalimat yang memuat seluruh ajaran agama, “Beriman kepada Allah”, kata ini mencakup keimanan kepada seluruh apa yang telah Allah beritakan, baik tentang dirinya, hari akhir, para rasulNya, dan pada ajaran yang dibawa oleh mereka, dan terkandung juga di dalamnya ketundukan.

Oleh karena itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kemudian istiqamahlah.” Keistiqamahan ini dibangun di atas keimanan. Pada kalimat di atas disebutkan lafazh tsumma (kemudian) yang menunjukkan urutan.

Istiqamah adalah menetapi shiratal mustaqin (jalan yang lurus), yaitu jalannya orang-orang yang Allah berikan kenikmatan kepada mereka dari kalangan para nabi, para shadiqin, para syuhada, dan orang-orang yang shaleh. Kapan pun seseorang membangun kehidupannya di atas kedua kalimat ini, maka dia akan hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Dari hadits ini dapat dipetik faedah:

1. Antusias para sahabat untuk bertanya tentang hal-hal yang dapat memberikan manfaat kepada mereka dalam perkara agama dan dunia mereka.

2. Pemahaman yang dimiliki Abu ‘Amr atau Abu Amrah yang mana ia bertanya dengan pertanyaan yang begitu agung ini, yang di dalamnya terkandung kesudahan, dan tidak perlu lagi bertanya kepada seorang pun juga, yang mana dia bertanya, “Katakanlah tentang Islam suatu ucapan yang aku tidak akan bertanya tentangnya, kepada seorang pun selainmu.”

3. Wasiat yang paling lengkap dan bermanfaat adalah apa yang dikandung dalam hadits ini, yaitu: Beriman kepada Allah, kemudian istiqamah di atasnya, berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, “Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.”

4. Keimanan kepada Allah membutuhkan keistiqamahan. Oleh karena itu, mau tidak mau seseorang harus beriman kepada Allah dan istiqamah di atas agamaNya.

5. Agama Islam dibangun di atas kedua hal ini, yaitu keimanan yang letaknya di hati, dan istiqamah yang letaknya pada anggota badan. Sekalipun hati memiliki bagian dari hal tersebut, akan tetapi secara asalnya, isitqamah terletak pada anggota badan. Wallahu a’lam.

(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah dari Syarah Arbain An Nawawiyah oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, penerjemah Abu Abdillah Salim, Penerbit Pustaka Ar Rayyan. Silakan dicopy dengan mencantumkan URL http: //ulamasunnah.wordpress.com)

Ditulis dalam Hadits | No Comments Yet

  • 10 Posting Terakhir

    • Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Lima: Keutamaan Berdzikir
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Haramnya Kezhaliman
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Tiga: Sarana-Sarana Kebaikan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Dua: Jalan Menuju Surga
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Satu: Keimanan dan Istiqamah
    • Terorisme dan Faham Khawarij
    • Download Rekaman Dauroh bersama Para Ulama
    • Nasehat Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh: Rasa Malu dan Keimanan
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Shortcut

    Daftar Isi
    Ketentuan Penyalinan
  • Kategori

  • Terbanyak Dibaca

    • Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah
    • Tata Cara Menyembelih Qurban
    • Indeks
    • Kumpulan Artikel dan Fatwa seputar Qurban dan Bulan Dzulhijjah
    • Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Versi WP

    • 311,752 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish