• Beranda
  • Indeks
  • Indeks 2
  • Profil dan Buku Tamu
  • Kirim Pertanyaan

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Aqidah, Ibadah, Tauhid, Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Muslimah, Muamalah, Akhlak, Doa, Zikir, Nikah, Jihad, Hubungan Seks, Jilbab, Cadar, Sedekah, Bid'ah, Sufi, Sufisme, Aliran dalam Islam, dari para Ulama Ahlus Sunnah wal jama'ah Salafy, Salafi, Salafiyun, Bin Baaz, Albani, Utsaimin, Muqbil, Rabi' bin Hadi, Shalih Fauzan, Ubaid Al Jabiri, Abdul Muhsin Al Abbad, Ahmad An Najmi, Shalih Luhaidan, Shalih Alu Syaikh, Ibnul Qayyim, Al Bukhari, Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Feeds:
Tulisan
Komentar

Sambutan dan Pujian atas Daurah Nasional 1429 H/2008

19 Juni 09 oleh Abu Umar

SAMBUTAN DAN PUJIAN ASY-SYAIKH ‘ABDULLAH BIN ‘ABDIRRAHIM AL-BUKHARI HAFIZHAHULLAH

Atas Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah 1429 H / 2008
dan Tulisan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiri

الحمد لله ربِّ العالمين والصلاة والسلام على نبيِّنا محمدٍ وآله وصحبه أجمعين، وبعد:

Semoga Allah membalas saudara kami Asy-Syaikh ‘Abdullah Azh-Zhafiri atas tulisan yang bermanfaat tersebut
(http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=662129#post662129)

Kemudian aku katakan,

Pertama, kita bersyukur kepada Allah atas bimbingan, taufiq, dan pertolongan-Nya dalam pelaksanaan Daurah Salafiyyah Mubarakah. Hanya bagi-Nya segala puji mulai awal mula hingga akhir.

Kedua, kita berterima kasih kepada segenap asatidzah pengampu dan pelaksana Daurah, yang saya buktikan langsung tentang (sifat dan kondisi) mereka sebagai berikut :

1. Semangat yang kuat untuk menyebarkan sunnah, yang senantiasa terbimbing dengan musyawarah bersama para masyaikh mereka hafizhahumullah.

2. Perhatian besar dalam menyebarkan Dakwah Salafiyyah kepada kalangan awam. Ini sebenarnya merupakan permasalahan penting yang dilupakan oleh banyak orang. Maka benar jika dikatakan bahwa ikhwah (pengampu dan pelaksana Daurah) memiliki keseriusan yang mubarakah dan sudah terbukti dalam hal ini, di samping perhatian terhadap kalangan awam dari sisi sikap lembut dan cara muamalah yang baik dengan mereka.

3. Menerima berbagai nasehat dan bimbingan para masyaikh terkait dengan pelaksanaan dakwah di negeri mereka.

4. Antusias yang sangat besar untuk mengambil faidah dari para masyaikh. Ini merupakan hal telah aku saksikan dari mereka. Sering ketika aku duduk bersama ikhwah selepas dars (pelajaran), mereka menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan atau semisalnya. Maka aku pun menjawab. Suatu ketika

Al-Akh Luqman berkata kepadaku, “Wahai Syaikh kami, kami berharap kalau seandainya jawaban-jawaban dan arahan-arahan ini direkam.”

Aku menjawab : “Kalau engkau minta dariku untuk mengulang, niscaya aku tidak akan ingat sekarang. Karena jawaban tersebut datang pada ketika itu dengan taufiq dari Allah. ‘Abdullah bin Al-Mu’taz berkata, -sebagaimana dalam kitab Al-Jami’ karya Al-Khathib – :

الفرصة سريعة الفوت بطيئة العودة

“Kesempatan sangat cepat berlalu, dan sangat sulit untuk bisa kembali.”
Maka ikhwah merasakan betapa meruginya. Kemudian, apabila kami duduk bersama mereka kali berikutnya, mereka bersegera meminta izin untuk merekam. Kata mereka, agar tidak terlewat kesempatan yang berharga.

Ketiga, kemarahan para ahlul bid’ah dan para pembenci Dakwah Salafiyyah dengan adanya Daurah Mubarakah ini. Berapa kali sudah masa dan jumlah (Ahlus Sunnah) yang besar tersebut telah membuat mereka marah, demikian juga berbagai muhadharah dan pelajaran. Mereka telah berupaya melakukan berbagai tipu daya dan makar. “Allah adalah sebaik-baik pembalas makar.”

Maka terhadap mereka, dan yang bersikap seperti sikap mereka, aku katakan, “Wajib atas kalian untuk rujuk (kembali) kepada Al-Haq, dan bergabung bersama para pembela Al-Haq. Kalau kalian menolak dan menentang, maka kami katakan kepada kalian “Binasalah kalian dengan kemarahan kalian.” Dakwah Salafiyyah berjalan dengan karunia dan kemurahan dari Allah. Hanya bagi-Nya segala pujian dan kenikmatan, mulai awal hingga akhir.

Keempat, diantara yang juga aku saksikan langsung di masjid tempat dilaksanakannya acara Daurah Umum, yang diterjemahkan secara langsung, adalah jumlah yang sangat besar dan banyak. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia semuanya. Menempuh darat dan lautan untuk bisa sampai ke tempat tersebut, agar bisa menyaksikan kebaikan dan dakwah sunnah. Diiringi dengan antusias yang besar untuk mengambil faidah, mengumpulkan faidah tersebut, berdesak-desakan dalam rangka mendengar dengan penuh konsentrasi.

Maka kami memohon kepada Allah agar memberkahi umur dan waktu mereka, dan menjadikan mereka mendapat manfaat dari ceramah/pelajaran yang telah mereka dengar.

Kelima, adapun ikhwah yang hadir di Masjid dan Ma’had Al-Anshar, mereka sebagian besarnya adalah para penuntut ilmu. mereka juga memiliki semangat yang besar dalam berdakwah dan mengajarkan ilmu. Mereka juga datang dari berbagai penjuru Indonesia. Aku telah saksikan langsung juga dari mereka : antusias yang besar terhadap ilmu, mengambil faidah, dan mencatatnya, serta berlomba-lomba untuk mendengar (ilmu dan pelajaran). Disamping tidak melupakan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan secara tertulis, yang menunjukkan atas adab dan antusias terhadap ilmu. maka kami memohon untuk mereka dengan untuk segenap ikhwah kebaikan dan kesuksesan di dua negeri (dunia dan akhirat).

Keenam, suatu yang tidak diragukan, bahwa di setiap tempat yang terdapat dakwah padanya pasti ada berbagai kendala/rintangan. Syaithan sangat bersemangat untuk menimbulkan permusuhan antar ikhwah. Maka termasuk karunia Allah kepadaku dan kepada saudara-saudaraku para masyaikh, serta segenap ikhwah di sana, terwujudnya ishlah antar sebagian ikhwah yang terlibat dalam dakwah disana, dan jumlah mereka (para da’i yang berselisih) jumlahnya hanya sedikit, walhamdulillah. Mereka semua keluar dengan hati yang telah bersatu. Kami memohon kepada Allah untuk kami dan mereka serta untuk semua ikhwah kekokohan di atas Islam dan Sunnah.

Ketujuh, ucapan yang haq aku katakan tentang Syaikhuna Al-’Allamah Al-Muhaddits Al-Mujahid An-Nashih Al-Walid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali -hafizhahullah wa waffaqahu wa matta’a bihi. Ikhwah semuanya telah diarahkan dengan semangat yang besar dan tampak jelas oleh Syaikhuna Hafizhahu Al-Maula, dan aku salah satu dari mereka. Sebelum keberangkatan safarku dari Bandara Jeddah menuju Jakarta, aku berbicara dengan Asy-Syaikh Rabi. Beliau mewasiatkan dengan banyak nasehat, di antaranya senantiasa mengupayakan jam’ul kalimah (menyatukan barisan) segenap ikhwah di atas al-Haq, saling bertautan antar kalian, dan berbagai nasehat bermanfaat lainnya. Ketika Al-Akh Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri meminta beliau untuk menyampaikan nasehat kepada ikhwah, beliau pun memenuhi permintaan tersebut Jazahullah Khairan.

Beliau pun menyampaikan kepada pendengaran-pendengaran kami nasehat yang sangat indah dan bagus terkait saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran, semangat terhadap ilmu, sampai akhir nasehat beliau yang benar dan tepat. Kita memohon kepada Allah agar membarakahi umur dan ilmu syaikh kita. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Ditulis oleh
‘Abdullah bin ‘Abdirrahim Al-Bukhari
28 Sya’ban 1429 H.

Teks Arab :
الحمد لله ربِّ العالمين والصلاة والسلام على نبيِّنا محمدٍ وآله وصحبه أجمعين، وبعد:
شكر الله لأخينا الشيخ/ عبدالله الظفيري، هذه الكتابة المفيدة. ثم إنني أقول:
أولاً: نشكر الله عز في علاه على ما هدى ووفق وأعان من إقامة هذه الدورة السلفية المباركة، فله الحمد في الأولى والآخرة.
ثانياً: نشكر الإخوة الذين قاموا على هذه الدورة، والذين لمستُ منهم على ما يلي:
أ/ الحرص الشديد على نشر السُّنَّة، مستنيرين بمشورة مشايخهم حفظهم الله.
ب/ العناية في نشر الدعوة السلفية بين العوام، وهذا في الحقيقة أمر مهم يغفل عنه كثيرون، والحق يقال إن الإخوة لهم جهد مبارك مملوس في هذا الشأن، مع عناية بالعوام من حيث الرفق و حسن المعاملة.
ج/ الاستجابة لنصائح وتوجيهات المشايخ فيما يخدم الدعوة في بلدهم.
د/ الحرص على الإفادة من المشايخ، وهذا امرٌ قد لمستُه منهم، فكثيراً ما كنت أجلس مع الإخوة عقب الدروس، ويقتنصون الفرصة لطرح الأسئلة ونحوها، فكنت أجيب، فمرة قال لي الأخ: لقمان: وددنا يا شيخنا لو سُجلت هذه الإجابات والتوجيهات؟ فقلت: لو طلبت مني إعادة ما دار لما تذكرت
الآن؛ لأن الجواب جاء في وقته، بتوفيق من الله، وعبدالله بن المعتز يقول كما في (الجامع للخطيب) (الفرصة سريعة الفوت بطيئة العودة)؟. فتحسَّر الإخوة، ثم إذا ما جلسنا مرَّة أخرى بادروا بالاستئذان للتسجيل! ويقولون: حتى لا تفوت الفرصة!.
ثالثاً: ضجرُ أهل الأهواء والمناوئين للدعوة السلفية بهذه الدورة المباركة، فكم غاظهتهم تلك الجموع، وتلك الأعداد، وتلك الدورس والمحاضرات، وكادوا كيداً، ومكروا مكراً (والله خير الماكرين)
ولهؤلاء ومن لفَّ لفهم أقول: الواجب عليكم الرجوع إلى الحقِّ، والوقوف مع أهله، فإن أبيتم إلا المعاندة، فحينها نقول لكم: (قل موتوا بغيظكم)! والدعوة السلفية تسير بفضل من الله وكرمه وله الحمد والمنة في الأولى والآخرة.
رابعاً: مما لمستهُ في المسجد الذي كانت تقام فيه (المحاضرات العامة) والتي تترجم مباشرة، الأعداد الكبيرة والغفيرة التي جاءت من أنحاء أندونيسيا كلها، قطعوا المفاوز والبحار للوصول إلى هذا المكان ليشهدوا الخير ودعوة السنَّة، مع حرص على الإفادة، وتدوين الفوائد، والتزاحم للاستماع و الإنصات، فنسأل الله أن يبارك لهم في أعمارهم وأوقاتهم وأن ينفعهم بما سمعوا.
خامساً: أما الإخوة الحضور في (معهد ومسجد الأنصار)؛ فهؤلاء إخوة جلُّهم طلبة علم، ولهم نشاط في الدعوة والتعليم، وأتوا من عموم أندونيسيا أيضاً، وقد لمست منهم أيضاً: الحرص على العلم والإفادة،و الكتابة، والتزاحم للاستماع، مع نباهة في طرح الأسئلة المكتوبة، و التي تدلُّ على أدبٍ وحرص على العلم، فنسأل الله لهم ولجيمع الإخوة الخير والفلاح في الدارين.
سادساً وأخيراً: مما لا شك فيه أنَّ كل موطن فيه دعوة لابد وأن تعتريه بعض المنغصات، والشيطان حريص على الإيقاع بين الإخوة، ومن فضل الله عليَّ وعلى الإخوة المشايخ وعموم الإخوان هناك أن تم الإصلاح بين بعض الإخوة المشتغلين بالدعوة هناك، وهم قلَّة ولله الحمد، وخرجوا جميعاً على قلب رجل واحد، نسأل الله لنا ولهم وللجميع الثبات على الإسلام والسنة.
سابعاً: كلمة حقٍّ أقولها في حقِّ شيخنا العلامة المحدث المجاهد الناصح الوالد: ربيع بن هادي المدخلي، حفظه الله ووفقه ومتَّع به، قد حظي الإخوة جميعاً بحرص بين وظاهر من شيخنا حفظه المولى، وأنا واحد منهم، فقد كلّمت الشيخ قبل سفري من مطار جدة إلى جاكرتا، فأوصاني بوصايا عديدة منها محاولة جمع كلمة الإخوة على الحق، والتآلف فيما بينهم، وإلى غير ذلك من التوجيهات المفيدة النافعة، و لما طلب منه الأخ الشيخ خالد الظفيري أن يلقي للإخوة كلمة وافق الشيخ جزاه الله خيراً، فألقى على أسماعنا كلمة جميلة رائعة في التواصي بالحق والتواصي بالصبر، والحرص على العلم، إلى آخر كلامه الموفق المسدد، فنسأل الله أن يبارك لنا في عمر وعلم شيخنا إنه سميع مجيب.
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
وكتبه/ عبدالله بن عبدالرحيم البخاري
28/ شعبان/1429هـ
(Sumber http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=662228#post662228, Dikirimkan oleh al akh Abu Amr melalui email)

Sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1468

Ditulis dalam Hadits, Ulama - Artikel | Bertanda al iman an nawawi, asy syaikh ibnu utsaimin, hadis, Hadits, hadits arbain | Belum Ada Tanggapan

  • 10 Posting Terakhir

    • Biografi Al Imam Ibnu Ajurum Penulis Matan Al Ajurumiyah
    • Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Lima: Keutamaan Berdzikir
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Haramnya Kezhaliman
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Tiga: Sarana-Sarana Kebaikan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Dua: Jalan Menuju Surga
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Satu: Keimanan dan Istiqamah
    • Terorisme dan Faham Khawarij
    • Download Rekaman Dauroh bersama Para Ulama
    • Nasehat Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Shortcut

    Daftar Isi
    Ketentuan Penyalinan
  • Kategori

  • Terbanyak Dibaca

    • Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
    • Indeks
    • Profil dan Buku Tamu
    • Indeks 2
    • Biografi Al Imam Ibnu Ajurum Penulis Matan Al Ajurumiyah
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Versi WP

    • 324,563 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish