• Beranda
  • Profil dan Buku Tamu

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

Pengumpan:
Tulisan
Komentar
« Cara Mudah Mempelajari Ushuluts Tsalatsah 3 – Mengenal Rabb
Cara Mudah Memahami Al Ushuluts Tsalatsah 5 (TAMAT) – Mengenal Nabi »

Cara Mudah Memahami Ushuluts Tsalatsah 4 – Mengenal Agama Islam dengan Dalil-Dalilnya

Mei 7, 2009 oleh Admin Ulama Sunnah

Oleh: Asy Syaikh Muhammad At Thayyib Al Anshari

Soal: Apa pokok yang kedua (yang wajib dipelajari)?

Jawab: Mengenal Agama Islam disertai dalil-dalilnya.

Soal: Apa Islam itu?

Jawab: Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dan tunduk dengan taat kepada-Nya dan berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik.

Soal: Berapakah tingkatan agama itu?

Jawab: Tingkatan agama ada tiga yaitu: Al Islam, Al Iman, dan Al Ihsan. Masing-masing tingkatan memiliki rukun.

Soal: Berapakah rukun Islam itu?

Jawab: Rukun Islam ada lima yaitu:

1. شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله

Syahadat/bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak dibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah

2. إقام الصلاة Menegakkan shalat

3. إيتاء الزكاة Menunaikan zakat

4. صوم رمضان Puasa Ramadhan

5. حج بيت الله الحرام Haji ke Baitullah Al Haram

Soal: Apa dalilnya syahadat لا إله إلا الله أن?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِماً بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Imran: 18)

Soal: Apa makna لا إله إلا الله?

Jawab: maknanya: tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah

Soal: Apa maksud dari (لا إله)

Jawab: Maksudnya adalah meniadakan seluruh apa yang disembah selain Allah

Soal: Apa maksud dari (إلا الله)

Jawab: Maksudnya menetapkan ibadah hanya untuk Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya dalam peribadahan kepada-Nya, sebagaimana tiada sekutu bagi-Nya pada kekuasaan-Nya.

Soal: Apa tafsir yang memperjelas hal tersebut?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ * إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ* وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya Aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; Karena Sesungguhnya dia akan memberi hidayah kepadaku.” Dan (lbrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal (sebagai pegangan) pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (Az Zuhruf: 26-28)

Dan Firman Allah Ta’ala:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئاً وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَاباً مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah: “Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb-Rabb selain Allah.” Jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Ali Imran: 64)

Soal: Apa dalilnya شهادة أن محمداً رسول الله?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (At Taubah: 128)

Soal: Apa makna شهادة أن محمداً رسول الله?

Jawab: – Mentaatinya terhadap apa yang beliau perintah.

- Membenarkan terhadap apa yang beliau kabarkan.

- Meninggalkan apa yang beliau larang, dan

- Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan.

Soal: Apa dalilnya shalat, zakat sekaligus tafsirnya tauhid?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (Al Bayyinah: 5)

Soal: Apa dalilnya puasa?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al Baqarah: 183)

Soal: Apa dalilnya haji?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali Imran: 97)

Soal: Apa tingkatan kedua dari tingkatan agama Islam?

Jawab: Tingkatan kedua adalah iman

Soal: Berapakah cabang iman itu?

Jawab: Cabang iman ada 73 cabang, yang paling tinggi adalah ucapan (لا إله إلا الله) dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu adalah cabang dari iman.

Soal: Berapakah rukun iman itu?

Jawab: Ada enam yaitu engkau beriman kepada:

1. Allah

2. Para Malaikat-Nya

3. Kitab-kitab-Nya

4. Para Rasul-Nya

5. Hari Akhir

6. dan engkau beriman kepada Taqdir yang baik dan yang buruk

Soal: Apa dalilnya tentang hal itu?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…” (Al Baqarah: 177)

Soal: Apa dalilnya taqdir?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran taqdir.” (Al Qamar: 49)

Soal: Apakah tingkatan agama Islam yang ketiga?

Jawab: Tingkatan agama Islam yang ketiga adalah Ihsan

Soal: Apa itu ihsan?

Jawab: Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan engkau melihat-Nya maka jika engkau tidak melihat-Nya maka (yakini) bahwa Dia melihatmu.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An Nahl: 128)

Dan Firman Allah Ta’ala:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ) (الشعراء: ۲١۷-۲۲٠)

“Dan bertawakallah kepada (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat). Dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya dia adalah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (As Syu’ara: 217-220)

Dan Firman Allah Ta’ala:

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوداً إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.” (Yunus: 61)

Soal: Apa dalil dari hadits tentang tiga tingkatan dalam agama tersebut?

Jawab: Dalilnya dari Sunnah, ialah Hadits Jibril yang masyhur, yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتىَّ جَلَسَ إِليَ النَّبيِ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِليَ رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلىَ فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنيِ عَنِ الإِْسْلاَمِ فَقَالَ ” أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاَ ” فَقَالَ صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنِ الإِْيْمَانِ قَالَ ” أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ ” قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنِ الإِحْسَانِ قَالَ ” أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لمَ ْتَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ ” قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ ” مَا المَْسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ ” قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ ” أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الحُفَّاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَاءِ يَتَطَاوَّلُّوْنَ فيِ الْبُنْيَانِ ” قَالَ فَمَضَى فَلَبِثْنَا مَلِيًا فَقَالَ ” يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ” قُلْتُ اَلله ُوَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ قَالَ ” هَذَا جَبْرَئِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ أَمْرَ دِيْنِكُمْ.

“Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi, tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam pekat rambutnya, tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi, dengan menyandarkan lututnya pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, dan berkata: ‘Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam’, maka beliau menjawab: ’Yaitu: bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah serta Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan puasa bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana’. Lelaki itu pun berkata: ‘engkau Benar’. Kata Umar: ’Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau, tetapi juga membenarkan beliau. Lalu ia berkata: ‘Beritahulah aku tentang Iman’. Beliau menjawab: ’Yaitu: Beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari Akhirat, serta beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk’. Ia pun berkata: ‘engkau Benar’. Kemudian ia berkata: ‘Beritahulah aku tentang Ihsan’. Beliau menjawab: Yaitu: Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu’. Ia berkata lagi. Beritahulah aku tentang hari Kiamat. Beliau menjawab: ‘Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak lebih tahu dari pada orang yang bertanya’. Akhirnya ia berkata: ’Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu’. Beliau menjawab: Yaitu: ‘Apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan tuannya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna melarat lagi, pengembala domba saling membangga-banggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi’. Kata Umar: Lalu pergilah orang laki-laki itu, semantara kami terdiam sejenak, sehingga Nabi bertanya: Hai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Beliau pun bersabda: ‘Dia adalah Jibril, datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian.” (Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya).

-Bersambung ke bagian 5 insya Allah-

(Dinukil untuk blog ulamasunnah dari ‘Cara Mudah Memahamahi Ushulus Tsalatsah, diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifa’i Al Maghatani dari kitab “TASHIL AL-USHUL ATS-TSALATSAH”karya Asy Syaikh Muhammad At Thayyib Al Anshari, Diteliti dan ditahrij hadits-haditsnya oleh Shalih Bin Abdillah Al ‘Ashimy. Sumber: www.darussalaf.or.id)

Rate this:

Share this:

  • StumbleUpon
  • Digg
  • Reddit
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Print

Like this:

Suka
One blogger likes this post.
  • Abu Amira Khairunnisa

Ditulis dalam Aqidah | Tinggalkan sebuah Komentar

  • 10 Posting Terakhir

    • Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
    • Biografi Asy Syaikh Abdullah Aqil rahimahullah
    • Kasih Sayang Rasullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam terhadap Hewan
    • Tanggung Jawab Kedua Orang Tua serta Para Pengajar
    • Usamah bin Ladin Mujahid di Jalan Syaithan
    • Imam Ahmad bin Hanbal, Teladan dalam Semangat dan Kesabaran
    • Hukum Sutra Sintetis
    • Semangat Salaf Dalam Menuntut Ilmu (Bag. 03 – Selesai)
    • Semangat Salaf Dalam Menuntut Ilmu (Bag. 2)
    • Semangat Salaf Dalam Thalabul Ilmi (Bag I)
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Kategori

    • Adab dan Akhlak (77)
    • Anak Muslim (15)
    • Aqidah (216)
    • Fiqh Ibadah (38)
    • Ilmu (26)
    • Info (1)
    • Kisah dan Biografi (4)
    • Manhaj (96)
    • Muamalah (23)
    • Muslimah (38)
    • Nasehat (1)
  • Terbanyak Dibaca

    • Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
    • Hukum Berpuasa di Hari Jum'at
    • Usamah bin Ladin Mujahid di Jalan Syaithan
    • Antara Ucapan "Syukron" (Terimakasih) dan Jazakallahu Khairan
    • Biografi Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Masukkan alamat email Anda di sini.

    Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.

  • Versi WP

    • 770,133 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Arsip

    • Februari 2012 (1)
    • September 2011 (1)
    • Mei 2011 (4)
    • Maret 2011 (1)
    • Februari 2011 (4)
    • Januari 2011 (1)
    • November 2010 (1)
    • Oktober 2010 (1)
    • Juli 2010 (1)
    • Juni 2010 (3)
    • Februari 2010 (2)
    • Januari 2010 (3)
    • November 2009 (3)
    • Oktober 2009 (4)
    • Agustus 2009 (1)
    • Juli 2009 (12)
    • Juni 2009 (33)
    • Mei 2009 (9)
    • April 2009 (4)
    • Maret 2009 (13)
    • Februari 2009 (13)
    • Januari 2009 (14)
    • Desember 2008 (5)
    • November 2008 (19)
    • Oktober 2008 (1)
    • September 2008 (8)
    • Agustus 2008 (9)
    • Juli 2008 (15)
    • Juni 2008 (45)
    • Mei 2008 (7)
    • April 2008 (28)
    • Maret 2008 (47)
    • Februari 2008 (151)
  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

  • Maktabah

    • Maktabah Masjid Nabawi
    • Maktabah Ruhul Islam
    • Maktabah Sahab
    • Maktabah Syamilah
    • Maktabah Waqfiyah
    • Manuskrip
  • Ulama Sunnah

    • Al Lajnah Ad Daimah
    • Asy Syaih Ahmad Abul 'Ainain
    • Asy Syaikh Abdul Karim Khudair
    • Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad
    • Asy Syaikh Abdullah Al Jibrin
    • Asy Syaikh Abdurrazzaq Afifi
    • Asy Syaikh Abdurrazzaq Al Badr
    • Asy Syaikh Abdussalam Barjis
    • Asy Syaikh Ahmad An Najmi
    • Asy Syaikh Al Albani
    • Asy Syaikh Al Bura’i
    • Asy Syaikh Al Ubaikan
    • Asy Syaikh Al Ubailan
    • Asy Syaikh Falah Mandakar
    • Asy Syaikh Ibn Baaz
    • Asy Syaikh Ibn Utsaimin
    • Asy Syaikh Muhammad Al Imam
    • Asy Syaikh Muhammad Ali Adam Al Ithiofi
    • Asy Syaikh Muhammad Ali Firkuz
    • Asy Syaikh Muhammad Aman Al Jami
    • Asy Syaikh Muqbil bin Hadi
    • Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi
    • Asy Syaikh Salim Al Ajmi
    • Asy Syaikh Shalih Al Fauzan
    • Asy Syaikh Shalih Al Luhaidan
    • Asy Syaikh Shalih As Sadlan
    • Asy Syaikh Shalih As Suhaimi
    • Asy Syaikh Sulthan Al 'Ied
    • Asy Syaikh Taqiyuddin Al Hilali
    • Ulama Yaman

Blog pada WordPress.com.

Theme: MistyLook by Sadish.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 179 pengikut lainnya.

Powered by WordPress.com
loading Batal
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.