• Beranda
  • Indeks
  • Indeks 2
  • Profil dan Buku Tamu
  • Kirim Pertanyaan

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Aqidah, Ibadah, Tauhid, Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Muslimah, Muamalah, Akhlak, Doa, Zikir, Nikah, Jihad, Hubungan Seks, Jilbab, Cadar, Sedekah, Bid'ah, Sufi, Sufisme, Aliran dalam Islam, dari para Ulama Ahlus Sunnah wal jama'ah Salafy, Salafi, Salafiyun, Bin Baaz, Albani, Utsaimin, Muqbil, Rabi' bin Hadi, Shalih Fauzan, Ubaid Al Jabiri, Abdul Muhsin Al Abbad, Ahmad An Najmi, Shalih Luhaidan, Shalih Alu Syaikh, Ibnul Qayyim, Al Bukhari, Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Feeds:
Tulisan
Komentar

Krisis Palestina bukan Konflik Agama?

6 Januari 09 oleh Abu Umar

Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Termasuk kebatilan-kebatilan Al Qaradhawi (yang dimaksud adalah Yusuf bin Abdillah Al Qaradhawi, sekarang mufti Qatar) -yang karenanya hampir saja bumi terbelah dan dunia menjadi gelap- yaitu ucapannya “Kami tidaklah memerangi Israel karena Islam. Tapi kami perangi karena pendudukan (mereka terhadap Palestina –ed). “

Maka aku katakan, “Barangkali orang ini telah menjadi seorang perusak. Bahkan pada dirinya terdapat berbagai tipu daya yang menunjukkan keburukannya. Jika tidak demikian, dahulu kita pernah mengatakan barangkali orang ini telah menjadi pikun Dan ada orang yang menulis dengan mempergunakan lisannya (Al-Qaradhawi). Ini adalah perkara yang mungkin terjadi. Karena hal ini adalah ucapan yang tidak dikatakan oleh orang awam sekalipun.

Kaum muslimin memerangi musuh-musuh Allah agar mereka masuk ke dalam Islam. Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ َ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya” (Ali Imran: 85)

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (Al-Fushilat: 33).

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120)

Bukan hingga engkau memberikan tanah-tanahmu!!! Tapi hingga engkau mengikuti agama mereka.

Kalau seandainya engkau memberi mereka segala apa yang engkau bisa berikan kepada mereka, sedangkan engkau tidak mengikuti agama mereka, maka sesungguhnya mereka tidak akan mencintaimu. Yang demikian ini dinilai sebagai salah satu dosa besar dari dosa-dosa besar. Bahkan ini adalah kejahatan dan kesesatan yang nyata.

Rabb Yang Maha Perkasa telah berfirman dalam kitabnya yang mulia,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (Al-Maidah: 51)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Quranul Karim,

لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.” (Ali Imran: 28)

Maka masalah memerangi orang kafir, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْماً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوْاهُمْ إِلَيه شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأنََّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi sebuah kaum dari kalangan ahli kitab. Maka hendaknya apa yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan haq melainkan Allah, dan bahwasanya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah.”

Perkara yang pertama adalah persaksian Lailaha illallah (tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah). Bukanlah yang pertama berperang karena membela tanah air.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ

“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan’.” (At-Taubah: 24)

Peperangan adalah supaya mereka (orang-orang kafir) masuk ke dalam Islam.

أُمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أنْ لاَ إلهَ إلاَّ الله ، وَأنَّ مُحَمَّداً رَسُول الله ، وَيُقيمُوا الصَّلاةَ ، وَيُؤتُوا الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهُمْ وَأمْوَالَهُمْ إلاَّ بحَقِّ الإسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله تَعَالَى

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah. Dan mereka menegakkan shalat sertamembayar zakat. Apabila mereka melakukannya maka darah dan harta mereka terjaga dariku, kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan terhadap mereka kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala”

Dan di dalam dua shahih (Al Bukhari dan Muslim) dari hadits Ibnu Umar dan hadits Buraidah dalam Shahih Muslim, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya:

“Ajaklah mereka ke pada Islam. Apabila mereka enggan maka membayar upeti. Bila mereka masih enggan maka berperanglah”

Dan juga hadits Ali bin Abi Thalib di dalam dua shahih, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberinya bendera, beliau bersabda,

“Berjalanlah perlahan, kemudian ajaklah ke dalam Islam, jika enggan serulah kepada peperangan”

Atau yang semakna dengan ini.

Haruslah berdakwah itu karena Islam dan memperbaiki mereka. Tidaklah kita perangi mereka karena harta-harta mereka. Memang boleh seorang muslim berperang untuk mempertahankan tanah miliknya, tapi karena tujuan Islamlah yang lebih diutamakan.

Maka orang ini adalah seorang yang buta mata hatinya. Dan sesungguhnya kita insya Allah, akan mengintai tokoh-tokoh Al-Ikhwanul Muslimin satu persatu. Tidaklah kita akan pergi kepada mereka yang ibarat buih itu, walaupun mereka telah menulis di koran-koran, (mereka tetaplah) buih-buih. Kita tidak akan memperdulikan mereka dan tidak pula menoleh kepada mereka.

Mencelaku seorang budak bani Misma’
maka aku menjaga diri dan kehormatan dari padanya
Aku tidak menjawabnya karena aku ingin menghinakannya
Siapakah yang ingin menggigit anjing bila anjing itu menggigitnya

(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani dari Kitab Isykat Kalbil ‘Awi, Yusuf bin Abdillah Al Qaradhawi. Silakan disebarluaskan dengan mencantumkan URL: www.ulamasunnah.wordpress.com)

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Ulama - Artikel | Belum Ada Tanggapan

  • 10 Posting Terakhir

    • Biografi Al Imam Ibnu Ajurum Penulis Matan Al Ajurumiyah
    • Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Lima: Keutamaan Berdzikir
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Haramnya Kezhaliman
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Tiga: Sarana-Sarana Kebaikan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Dua: Jalan Menuju Surga
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Satu: Keimanan dan Istiqamah
    • Terorisme dan Faham Khawarij
    • Download Rekaman Dauroh bersama Para Ulama
    • Nasehat Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Shortcut

    Daftar Isi
    Ketentuan Penyalinan
  • Kategori

  • Terbanyak Dibaca

    • Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
    • Indeks
    • Profil dan Buku Tamu
    • Indeks 2
    • Biografi Al Imam Ibnu Ajurum Penulis Matan Al Ajurumiyah
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Versi WP

    • 324,563 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish