Berikut ini adalah kumpulan artikel dan fatwa seputar ibadah qurban dan bulan Dzulhijjah yang telah diposting di blog ulamasunnah. Silakan klik!
Arsip untuk November, 2008
Kumpulan Artikel dan Fatwa seputar Qurban dan Bulan Dzulhijjah
Diposkan dalam Aqidah pada November 29, 2008 |
Tata Cara Menyembelih Qurban
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label arafah, daging kambing, idul adha, kurban, panitia kurban, panitia qurban, qurban, sembelihan pada November 29, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Bagaimana tata cara yang benar untuk menyembelih hewan kurban?
Jawab:
Tata cara yang benar jika hewan kurban berupa kambing, baik domba maupun yang biasa yaitu: (more…)
Larangan Bagi Orang yang Ingin Berkurban
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label arafah, daging kambing, idul adha, kurban, panitia kurban, panitia qurban, qurban, sembelihan pada November 28, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Apakah perbuatan yang terlarang bagi orang yang ingin berkurban bila telah masuk sepuluh (hari pertama) dari bulan Dzul hijjah? Lalu sejauh mana keshahihan sebuah hadits yang maknanya yaitu barang siapa yang ingin berkurban, maka dia tidak boleh mencukur rambut atau memotong kukunya sedikit pun sampai dia berkurban? Yang demikian itu berlangsung pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzul hijjah. Kemudian, apakah larangan ini sampai pada tingkat haram atau hanya sekedar mustahab (sunnah)? (more…)
Apa Tujuan Ibadah Qurban?
Diposkan dalam Fiqh Ibadah, Label arafah, daging kambing, idul adha, kurban, panitia kurban, panitia qurban, qurban, sembelihan pada November 27, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Apa maksud dari berkurban dalam tinjauan syariat?
Jawab:
Maksudnya adalah pendekatan diri kepada Allah dengan melakukan kurban yang telah Allah gandengkan bersama shalat di dalam firman-Nya: (more…)
Nasehat bagi Kaum Muslimin yang Tinggal di Daerah-daerah Non Muslim
Diposkan dalam Adab dan Akhlak pada November 26, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Aku nasehatkan kepada kalian untuk menghormati orang-orang yang memiliki hak untuk dihormati, yaitu orang-orang yang memiliki perjanjian untuk melindungi kalian. Di negeri tempat kalian tinggal ini, kalian memiliki perjanjian dengan mereka. Kalau tidak karena ini, mungkin mereka akan membunuh atau mengusir kalian. Oleh karena itu penuhi perjanjian ini, dan jangan kalian langgar, karena pelanggaran merupakan tanda kemunafikan, dan ini bukanlah sifat orang-orang yang beriman. Dan ketahuilah bahwa telah shahih dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, (more…)
10 Pembatal Keislaman
Diposkan dalam Aqidah, Label pembatal keislaman, Pembatal-Pembatal Keislaman, Sepuluh Hal Pembatal Keislaman pada November 26, 2008 |
Pembatal Keislaman (Penutup)
Diposkan dalam Aqidah, Label nawaqidhul islam, pembatal keislaman, shalih al fauzan, sholeh al fauzan, sholih al fauzan, tauhid pada November 26, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Tidak ada perbedaan pada seluruh pembatal ini antara orang yang bersenda gurau, bersungguh-sungguh dan orang yang yang takut kecuali orang yang dipaksa. Semua pembatal ini) adalah sebesar-besar perkara yang menyebabkan bahaya dan perkara yang paling banyak terjadi, maka sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk berhati-hati darinya dan mengkhawatirkan dirinya terjatuh dalam pembatal-pembatal keislaman ini –kita berlindung kepada Allah dari perkara-perkara yang menyebabkan kemurkaan-Nya dan pedih siksa-Nya-
(more…)
Pembatal Keislaman (10): Berpaling dari Agama Allah
Diposkan dalam Aqidah, Label nawaqidhul islam, pembatal keislaman, shalih al fauzan, sholeh al fauzan, sholih al fauzan, tauhid pada November 25, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Pembatal kesepuluh: Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya
Penjelasan:
Yang kesepuluh –dan ini yang terakhir- yaitu berpaling dari agama Allah, tidak perhatian kepadanya, tidak mempelajarinya, kalaupun dia mempelajarinya tetapi tidak mau mengamalkannya. Pertama dia berpaling dari ilmu, kemudian berpaling dari amal –kita memohon keselamatan kepada Allah- sehingga walaupun seseorang beramal akan tetapi tidak didasari ilmu maka amalannya adalah sesat, oleh karena itu seseorang harus belajar terlebih dahulu baru kemudian beramal. Adapun orang yang telah memperoleh ilmu kemudian meninggalkan amal, maka dia termasuk orang-orang yang dimurkai dan barangsiapa beramal tetapi meninggalkan ilmu, maka dia termasuk orang-orang yang sesat. (more…)
Pembatal Keislaman (9): Menyatakan Bolehnya Keluar dari Syariat
Diposkan dalam Aqidah, Label nawaqidhul islam, pembatal keislaman, shalih al fauzan, sholeh al fauzan, sholih al fauzan, tauhid pada November 24, 2008 |
Oleh : Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Pembatal kesembilan: Menyatakan Bolehnya Keluar dari Syariat
Barangsiapa meyakini bahwa ada sebagian manusia yang boleh keluar dari syari’at Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagaimana dibolehkan bagi Al-Khidr keluar dari syari’at Musa alaihissalam, maka dia telah kafir
(more…)
Pembatal Keislaman (8): Membantu dan menolong kaum kafir untuk memusuhi muslimin
Diposkan dalam Aqidah, Label nawaqidhul islam, pembatal keislaman, shalih al fauzan, sholeh al fauzan, sholih al fauzan, tauhid pada November 23, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Pembatal Kedelapan: Membantu dan menolong kaum kafir untuk memusuhi muslimin
Penjelasan:
Yang kedelapan dari jenis-jenis kemurtadan adalah mudhoharoh (membantu) kaum musyrikin untuk memusuhi muslimin yakni menolong mereka. Al-Mudhoharoh maknanya al Mu’awanah (menolong) yaitu dengan menolong orang-orang kafir untuk memerangi muslimin dan menyakiti mereka.
Demikian pula orang yang mencintai orang-orang kafir, sungguh dia menjadi kafir karena ini merupakan bentuk loyalitas. (more…)
Pembatal Keislaman (7): Sihir
Diposkan dalam Aqidah, Label nawaqidhul islam, pembatal keislaman, shalih al fauzan, sholeh al fauzan, sholih al fauzan, tauhid pada November 21, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Pembatal ketujuh:
Sihir, dan termasuk dari sihir adalah ash shorf (memalingkan seseorang dari perkara yang disukainya) dan al athfu (menjadikan seseorang mencintai apa yang tidak disukai), barang siapa melakukannya atau meridhoinya, maka dia telah kafir. Dalilnya firman Allah subhanahu wata’ala:
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ
“Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu) sebab itu janganlah kamu kafir.” (Al-Baqarah: 102)
(more…)
Pembatal Keislaman (6): Mengolok-olok Perkara Agama
Diposkan dalam Aqidah pada November 20, 2008 |
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Pembatal keenam:
Barangsiapa memperolok-olok (mengejek) sesuatu dari agama Rasul shallallahu alaihi wasallam (Islam) atau mengejek pahala Allah atau siksa-Nya, maka dia telah kafir
Penjelasan:
Yang keenam dari jenis-jenis kemurtadan adalah memperolok-olok terhadap yang telah Allah turunkan atau menghina sesuatu yang dibawa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meskipun hal itu termasuk perkara-perkara yang disunnahkan dan dianjurkan seperti bersiwak, memotong kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku, Apabila seseorang memperolok-oloknya, maka dia menjadi kafir. Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah subhanahu wata’ala: (more…)


