Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2008

Menggugat Demokrasi – Unsur Demokrasi


Oleh: Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al Imam

Demokrasi sendiri memiliki tiga unsur yaitu :

1. At Tasyri’ (Legislatif)
Tidak ada yang berhak menetapkan peraturan kecuali demokrasi. Padahal Allah-lah Ahkamul Hakimin (Hakim Yang Seadil-adilnya) dan Arhamur Rahimin (Yang Maha Penyayang) yang bagi-Nya seluruh kekuasaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam demokrasi, hukum-hukum-Nya tidak lagi berlaku. Dia tidak boleh membuat peraturan bagi hamba-hamba-Nya. Membuat peraturan adalah ujung tombak dari undang-undang. Karena itulah dibuat peraturan demi melestarikan demokrasi. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al Imam

Definisi Demokrasi
Abdul Ghani Ar Rahhal di dalam bukunya, Al Islamiyyun wa Sarah Ad Dimuqrathiyyah mendefinisikan demokrasi sebagai “kekuasaan rakyat oleh rakyat”. Rakyat adalah sumber kekuasaan.
Ia juga menyebutkan bahwa orang yang pertama kali mengungkap teori demokrasi adalah Plato. Menurut Plato, sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu bukan majemuk. Definisi ini juga yang dikatakan oleh Muhammad Quthb dalam bukunya Madzahib Fikriyyah Mu’ashirah. Dan juga oleh penulis buku Ad Dimuqrathiyyah fi Al Islam serta yang lainnya. (lebih…)

Read Full Post »


Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Dan kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amalan-amalan kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan- Nya. (lebih…)

Read Full Post »

Menggugat Demokrasi – Mukaddimah II


Muqaddimah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Abdali

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi yang tidak ada nabi sesudahnya.

Amma ba’du,
Aku telah membaca buku yang ditulis oleh saudara kita Asy Syaikh Al Fadhil As Salafi Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Ar Rimi yang digelari dengan Al Imam sekitar pembahasan kerusakan-kerusakan pemilu. Aku dapati buku ini adalah buku yang lurus dan berbicara atas nama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik atas nasihat yang beliau curahkan kepada kaum Muslimin secara umum, para pejabat secara khusus dan lebih khusus lagi kepada elit-elit partai politik. Seperti inilah hendaknya Ahlus Sunnah wal Jamaah menjadi pemberi nasihat bagi sekalian umat Islam. (lebih…)

Read Full Post »

Menggugat Demokrasi – Mukaddimah I


Kata Pengantar Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i
Muqaddimah dari Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Yahfadzuhullahu Ta’ala
(Ditulis sebelum beliau meninggal dunia –rahimahullahu rahmatan waasi’an–. Pent.)

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para shahabat beliau. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i

Apakah dibolehkan seorang wanita bepergian dari satu negeri ke negeri lain untuk berobat dengan ditemani anak laki-laki dari saudara perempuannya (keponakan) sementara si anak belum mencapai usia baligh? (lebih…)

Read Full Post »

Taubat dari Hasad dan Dengki


Oleh: Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz

Soal:
Saya ingin bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari sifat hasad1, iri/dengki, dan saya telah berupaya sekuat tenaga untuk lepas dari sifat tersebut. Namun di banyak kesempatan, setan menghias-hiasi sifat tersebut kepada saya dengan jalan rasa cemburu. Jika saya cemburu kepada teman-teman saya sesama wanita atau cemburu melihat keberadaan wanita lain, tumbuhlah hasad saya. Saya pernah mendengar ucapan seorang teman: “Simpanlah rasa cemburu dan hasadmu di dalam hati, jangan engkau ucapkan dengan lisanmu. Jika demikian, engkau tidak akan berdosa.” Apakah benar ucapannya ini? (lebih…)

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 554 pengikut lainnya.