• Beranda
  • Indeks
  • Indeks 2
  • Profil dan Buku Tamu
  • Kirim Pertanyaan

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Aqidah, Ibadah, Tauhid, Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Muslimah, Muamalah, Akhlak, Doa, Zikir, Nikah, Jihad, Hubungan Seks, Jilbab, Cadar, Sedekah, Bid'ah, Sufi, Sufisme, Aliran dalam Islam, dari para Ulama Ahlus Sunnah wal jama'ah Salafy, Salafi, Salafiyun, Bin Baaz, Albani, Utsaimin, Muqbil, Rabi' bin Hadi, Shalih Fauzan, Ubaid Al Jabiri, Abdul Muhsin Al Abbad, Ahmad An Najmi, Shalih Luhaidan, Shalih Alu Syaikh, Ibnul Qayyim, Al Bukhari, Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Feeds:
Tulisan
Komentar

Jum’at: Hendaknya Khutbahnya Pendek – Shalatnya Panjang

25 April 08 oleh Abu Umar

Oleh: Al Imam Shiddiq Hasan Khan (disempurnakan oleh Asy Syaikh Al Albani)

Dari ‘Ammar bin Yasir beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَ قَصْرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فَقْهَهِ

“Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan pendeknya khutbah merupakan tanda kedalaman fiqihnya.” (HR. Muslim)

Maksudnya, di antara perkara yang bisa diketahui dengannya kefaqihan (kedalaman ilmu agama) seseorang. Setiap perkara yang bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui sesuatu yang lain maka ia disebut dengan mainnah (alamat/tanda) baginya.

Pendeknya khutbah menjadi tanda kefaqihannya, karena seorang faqih adalah seorang yang mampu membaca berbagai hakekat makna-makna dan kata-kata yang jawami’ (ringkas, padat, dan mengena). Sehingga ia mampu mengungkapkan dengan banyak ungkapan dan berfaedah. Oleh karena itu kelengkapan riwayat hadits ini adalah,

فَأطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ, وَإنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا

“Perpanjanglah shalat, perpendeklah khutbah, dan di antara al-bayan (penerangan) itu adalah sihir.”

Dan yang dimaksud dengan panjangnya shalat adalah yang tidak membuat pelakunya terjatuh dalam larangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu melakukan shalat Jum’at dengan membaca surat Al Jumu’ah dan Al Munafiqun. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Muslim dari Ibnu ‘Abbas dan dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu,

كَانَ  يَقْرَأ فِي الْعِيدَينِ وَ فِي الْجُمُعَةِ بـ( سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى) و (هَلْ أتَاكَ حَديثُ الْغَاشيَة)

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam dua shalat hari raya dan shalat Jum’at: SABBIHISMA RABBIKAL A’LAA dan HAL ATAAKA HADIITSUL GHASYIYAH.”( HR. Muslim dan Abu Daud)

Pembacaan surat ini (dalam shalat) adalah lebih panjang dibandingkan dengan khutbahnya dan bukan panjang yang dilarang. Dari Ummu Hisyam binti Harits bin An Nu’man, ia berkata, “Tidaklah aku mengambil (mempelajari-pen) QAF WAL QUR’ANIL MAJID kecuali dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau membacanya setiap Jum’at di atas mimbar bila sedang berkhutbah kepada manusia.” (HR. Muslim)

Di dalamnya terdapat dalil atas disyariatkannya membaca surat atau sebagiannya dalam khutbah setiap Jum’at. Perlakuan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang terus-menerus terhadap surat ini adalah bentuk pilihan yang dari beliau dengan sesuatu yang lebih baik dalam pemberian nasehat dan peringatan. Di dalamnya juga terdapat dalil pengulangan nasehat dalam khutbah.

(Dinukil untuk http://ulamasunnah.wordpress.com dari Ahkamul Jum’ah, karya Asy Syaikh Al Albani, penerbit Gema Ilmu Jogjakarta)

Ditulis dalam Fiqh Ibadah, Shalat, Ulama - Artikel | Bertanda al albani, albani, Artikel, hukum shalat jum'at | Belum Ada Tanggapan

  • 10 Posting Terakhir

    • Biografi Al Imam Ibnu Ajurum Penulis Matan Al Ajurumiyah
    • Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Lima: Keutamaan Berdzikir
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Haramnya Kezhaliman
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Tiga: Sarana-Sarana Kebaikan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Dua: Jalan Menuju Surga
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Satu: Keimanan dan Istiqamah
    • Terorisme dan Faham Khawarij
    • Download Rekaman Dauroh bersama Para Ulama
    • Nasehat Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Shortcut

    Daftar Isi
    Ketentuan Penyalinan
  • Kategori

  • Terbanyak Dibaca

    • Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
    • Indeks
    • Profil dan Buku Tamu
    • Indeks 2
    • Biografi Al Imam Ibnu Ajurum Penulis Matan Al Ajurumiyah
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Versi WP

    • 324,563 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish