• Home
  • Indeks
  • Profil dan Buku Tamu
  • Indeks Artikel 2
  • Kirim Pertanyaan

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Aqidah, Ibadah, Tauhid, Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Muslimah, Muamalah, Akhlak, Doa, Zikir, Nikah, Jihad, Hubungan Seks, Jilbab, Cadar, Sedekah, Bid'ah, Sufi, Sufisme, Aliran dalam Islam, dari para Ulama Ahlus Sunnah wal jama'ah Salafy, Salafi, Salafiyun, Bin Baaz, Albani, Utsaimin, Muqbil, Rabi' bin Hadi, Shalih Fauzan, Ubaid Al Jabiri, Abdul Muhsin Al Abbad, Ahmad An Najmi, Shalih Luhaidan, Shalih Alu Syaikh, Ibnul Qayyim, Al Bukhari, Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Feeds:
Tulisan
Komentar

Masuk Islam di Usia 40, Wajibkah Meng-qodho Shalat?

3 Maret 08 oleh Abu Umar

Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Soal:
Ada orang yang berumur 40 tahun baru masuk Islam. Apakah ia wajib meng-qodho (mengganti) shalat yang ditinggalkannya?

Jawab:
Orang yang baru masuk Islam tidak perlu meng-qadha perkara-perkara yang luput olehnya, baik shalat, puasa, maupunzakat semenjak masih dalam keadaan kafir, karena Allah berfirman,

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ (٣٨)

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi. Sesungguhnya akan Berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu.” (Al Anfaal: 38)

Juga berdasar sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Islam itu menggugurkan perkara-perkara yang telah lalu” (HR Muslim dan Ahmad)

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memerintahkan seseorang yang baru masuk islam untuk meng-qadha syiar-syiar Islam (seperti shalat dan yang lainnya) yang terluput darinya tatkala masih kafir. Hal ini didukung pula oleh ijma’ ulama dalam permasalahan tersebut.

Wabillahi taufiq, semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga serta para sahabat beliau.

Al Lajnah Ad Daimah
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Wakil Ketua: Abdurrozzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu’ud

(Dinukil untuk http://ulamasunnah.wordpress.com dari buku Fatwa-fatwa Ulama Ahlussunnah Seputar Shalat, penerjemah: Abu Abdillah Saad Al Jundi, Editor: Muhammad Fathoni, Muraja’ah: Al Ustadz Asasuddin, Penerbit: Media Ahlussunnah, Purwokerto)

Ditulis dalam Fiqh Ibadah, Shalat, Ulama - Fatwa | yang berkaitan Allah Pengampun Dosa, Allah the merciful, Artikel, artikel islam, Fatwa, masuk islam, muallaf, pengampunan dosa, salat, Shalat, sholat, The Merciful, ulama, ulamasunnah | No Comments Yet

  • 10 Posting Terakhir

    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh: Rasa Malu dan Keimanan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesembilan Belas: Pengawasan Allah dan Penjagaannya
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedelapan Belas: Taqwa dan Akhlak yang Baik
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketujuh Belas: Lemah Lembut dan Berbuat Baik
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keenam Belas: Larangan dari Marah
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kelima Belas: Kedermawanan dan Diam
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keempat Belas: Kapan Darah Seorang Muslim Dihalalkan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketiga Belas: Mencintai Kebaikan bagi Orang Lain
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduabelas: Meninggalkan Apa-apa yang Tidak Berguna
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesebelas: Hati-hati dan Meninggalkan Perkara-Perkara yang Meragukan
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Shortcut

    Daftar Isi
    Ketentuan Penyalinan
  • Kategori

  • Terbanyak Dibaca

    • Indeks
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh: Rasa Malu dan Keimanan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keenam Belas: Larangan dari Marah
    • Menggugat Demokrasi - Daftar Isi
    • Profil dan Buku Tamu
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Versi WP

    • 249,529 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish