• Beranda
  • Profil dan Buku Tamu

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

Pengumpan:
Tulisan
Komentar
« Metode Syar’i Menyembuhkan Diri dari Sihir (Santet dan Guna-guna-ed)
Etika Masuk Shaf ketika Shalat »

Hukum Memakai Sesuatu untuk Menolak Bala

Februari 12, 2008 oleh Admin Ulama Sunnah

Oleh: Asy Syaikh Shalih Al Fauzan

Pertanyaan:
Kita perhatikan sebagian orang mereka menggantungkan atau mengikatkan di leher-leher atau tangan–tangan mereka semacam gelang yang diwarnai dengan sebagian warna-warna khusus, atau mereka mengikatkan benang-benang yang terbuat dari bulu hewan-hewan atau selainnya. Mereka menganggap bahwa mengikatkan /mengantungkan benda-benda ini dapat menjadi sebab tertolaknya gangguan, bahaya, dan kesusahan yang datang dari jin-jin atau selain jin. Maka apakah yang demikian adalah perbuatan yang diperbolehkan? Dan apa nasehat anda bagi orang-orang yang berbuat demikian?

Jawab:
Menggantungkan/mengikatkan gelang atau pun memakainya, mengikatkan benang-benang dari bulu hewan atau mengikatkan selain benang dari bulu hewan, maka barang siapa yang melakukan hal itu dan dia berkeyakinan bahwa benda-benda tersebut dapat mencegah/ menolak terjadinya gangguan, bahaya, kemadhorotan atau dia berkeyakinan bahwa benda-benda tersebut dapat menghilangkan kemudhorotan yang telah terjadi bagi si pemakainya, maka perbuatan ini adalah termasuk syirik akbar (besar). Pelaku perbuatan ini keluar dari agama islam. Karena dia berkeyakinan bahwa benda-benda tersebut dapat mendatangkan manfaat dan dapat menghilangkan mudhorot. Padahal perkara mendatangkan manfaat dan menghilangkan madhorot tidak ada seorangpun yang berkuasa untuk melakukannya kecuali Allah.

Dan jika dia berkeyakinan bahwa Allah adalah dzat yang bisa mendatangkan manfaat dan Allah pula yang dapat menghilangkan mudhorot, adapun benda-benda tersebut hanya sebagai sebab saja. Maka ini adalah haram dan termasuk syirik ashghor (kecil) yang bisa menyeret pelakunya ke perbuatan syirik akbar. Hal ini karena dia telah menjadikan sesuatu itu sebagai sebab yang mana sesuatu itu Allah tidak menjadikannya sebagai sebab bagi datangnya manfaat atau kesembuhan.
Benda-benda yang dia gantungkan/ikatkan itu sama sekali bukan sebab. Allah menjadikan sebab-sebab kesembuhan itu salah satunya pada obat-obatan yang hukumnya mubah ataupun ruqyah yang syar’i.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab telah menyimpulkan pembahasan masalah ini dalam sebuah bab dalam kitab tauhid. Beliau berkata: “Bab: Termasuk perbuatan syirik memakai kalung/gelang dan benang dan selain keduanya dengan tujuan untuk menghilangkan bahaya/musibah atau dengan tujuan untuk menolak bahaya/musibah.”
Dibawakan dalam bab tersebut dalil-dalil diantaranya:

- Hadits Imron bin husain, bahwasanya Nabi melihat seorang laki-laki yang ditangannya ada gelang yang terbuat dari tembaga/kuningan. Beliau berkata: “Benda apa ini?”. Laki-laki itu menjawab: ”Benda ini untuk mencegah”. Beliau berkata:”Lepaskan benda itu !Karena sesungguhnya benda itu tidak menambah kepadamu kecuali kelemahan. Maka jika sekiranya engkau mati dan benda itu masih engkau pakai, maka engkau tidak akan beruntung selamanya.” HR. Ahmad dengan sanad yang tidak mengapa (HR. Ahmad dalam musnadnya (445/4) dari hadits Imron bin Husain). Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim (Lihat Mustadrak Al Hakim (216/4)). Adz Dzahabi menetapkan hadits ini.
Ibnu Abi Hatim membawakan riwayat dari Hudzaifah, bahwasanya beliau melihat seorang laki-laki yang ditangannya ada benang yang digunakan untuk mencegah/menolak penyakit panas/demam. Maka Hudzaifah memutuskan benang itu dan membaca firman Allah Ta’ala (artinya):”Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, kecuali mereka dalam keadaan mempersekutukan Allah.” (QS. Yusuf : 106).

Dan jika dia berkeyakinan bahwa benda-benda tersebut dapat menolak gangguan jin, maka jin, tidak ada yang dapat menolak/mencegah gangguan/bahaya yang ditimbulkan oleh mereka kecuali hanya Allah yang mampu melakukannya. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan jika menimpamu suatu godaan atau gangguan dari syaithon, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Q.S. Al A’raf : 200)

(Diterjemahkan oleh Al Akh Abu Sulaiman dari Majmu’ Fataawa Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdillah Alu Fauzan, Muraja’ah Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid )

Sumber : Buletin Dakwah Al Atsary, Semarang. Edisi 19/1427H
Dikirim via email oleh Al Akh Dadik, dicopy dari http://darussalaf.org/index.php?name=News&file=article&sid=456

About these ads

Rate this:

Share this:

  • StumbleUpon
  • Digg
  • Reddit
  • Surat elektronik
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak

Like this:

Suka Memuat...

Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Aqidah, dukun, Fatwa, sihir, tolak bala |

  • 10 Posting Terakhir

    • Semua Dimulai dengan Keteguhan Hati
    • Beberapa Keteladanan dari Para Ulama
    • Akhir Kehidupan Seorang Ulama Hadits
    • Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
    • Biografi Asy Syaikh Abdullah Aqil rahimahullah
    • Kasih Sayang Rasullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam terhadap Hewan
    • Tanggung Jawab Kedua Orang Tua serta Para Pengajar
    • Usamah bin Ladin Mujahid di Jalan Syaithan
    • Imam Ahmad bin Hanbal, Teladan dalam Semangat dan Kesabaran
    • Hukum Sutra Sintetis
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Kategori

    • Adab dan Akhlak (78)
    • Anak Muslim (15)
    • Aqidah (216)
    • Fiqh Ibadah (38)
    • Ilmu (26)
    • Info (1)
    • Kisah dan Biografi (6)
    • Manhaj (96)
    • Muamalah (23)
    • Muslimah (38)
    • Nasehat (1)
  • Terbanyak Dibaca

    • Antara Ucapan "Syukron" (Terimakasih) dan Jazakallahu Khairan
    • Hukum Berpuasa di Hari Jum'at
    • Biografi Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
    • Biografi Al-Imam Malik Bin Anas
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keempat: Amalan Tergantung dari Akhirnya
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Masukkan alamat email Anda di sini.

    Bergabunglah dengan 375 pengikut lainnya.

  • Versi WP

    • 1,117,353 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Arsip

    • Januari 2013 (3)
    • Februari 2012 (1)
    • September 2011 (1)
    • Mei 2011 (4)
    • Maret 2011 (1)
    • Februari 2011 (4)
    • Januari 2011 (1)
    • November 2010 (1)
    • Oktober 2010 (1)
    • Juli 2010 (1)
    • Juni 2010 (3)
    • Februari 2010 (2)
    • Januari 2010 (3)
    • November 2009 (3)
    • Oktober 2009 (4)
    • Agustus 2009 (1)
    • Juli 2009 (12)
    • Juni 2009 (33)
    • Mei 2009 (9)
    • April 2009 (4)
    • Maret 2009 (13)
    • Februari 2009 (13)
    • Januari 2009 (14)
    • Desember 2008 (5)
    • November 2008 (19)
    • Oktober 2008 (1)
    • September 2008 (8)
    • Agustus 2008 (9)
    • Juli 2008 (15)
    • Juni 2008 (45)
    • Mei 2008 (7)
    • April 2008 (28)
    • Maret 2008 (47)
    • Februari 2008 (151)
  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

  • Maktabah

    • Maktabah Masjid Nabawi
    • Maktabah Ruhul Islam
    • Maktabah Sahab
    • Maktabah Syamilah
    • Maktabah Waqfiyah
    • Manuskrip
  • Ulama Sunnah

    • Al Lajnah Ad Daimah
    • Asy Syaih Ahmad Abul 'Ainain
    • Asy Syaikh Abdul Karim Khudair
    • Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad
    • Asy Syaikh Abdullah Al Jibrin
    • Asy Syaikh Abdurrazzaq Afifi
    • Asy Syaikh Abdurrazzaq Al Badr
    • Asy Syaikh Abdussalam Barjis
    • Asy Syaikh Ahmad An Najmi
    • Asy Syaikh Al Albani
    • Asy Syaikh Al Bura’i
    • Asy Syaikh Al Ubaikan
    • Asy Syaikh Al Ubailan
    • Asy Syaikh Falah Mandakar
    • Asy Syaikh Ibn Baaz
    • Asy Syaikh Ibn Utsaimin
    • Asy Syaikh Muhammad Al Imam
    • Asy Syaikh Muhammad Ali Adam Al Ithiofi
    • Asy Syaikh Muhammad Ali Firkuz
    • Asy Syaikh Muhammad Aman Al Jami
    • Asy Syaikh Muqbil bin Hadi
    • Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi
    • Asy Syaikh Salim Al Ajmi
    • Asy Syaikh Shalih Al Fauzan
    • Asy Syaikh Shalih Al Luhaidan
    • Asy Syaikh Shalih As Sadlan
    • Asy Syaikh Shalih As Suhaimi
    • Asy Syaikh Sulthan Al 'Ied
    • Asy Syaikh Taqiyuddin Al Hilali
    • Ulama Yaman

Blog pada WordPress.com.

Tema: MistyLook oleh WPThemes.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 375 pengikut lainnya.

Powered by WordPress.com
loading Batal
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.
%d bloggers like this: