• Home
  • Indeks
  • Profil dan Buku Tamu
  • Indeks Artikel 2
  • Kirim Pertanyaan

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Aqidah, Ibadah, Tauhid, Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Muslimah, Muamalah, Akhlak, Doa, Zikir, Nikah, Jihad, Hubungan Seks, Jilbab, Cadar, Sedekah, Bid'ah, Sufi, Sufisme, Aliran dalam Islam, dari para Ulama Ahlus Sunnah wal jama'ah Salafy, Salafi, Salafiyun, Bin Baaz, Albani, Utsaimin, Muqbil, Rabi' bin Hadi, Shalih Fauzan, Ubaid Al Jabiri, Abdul Muhsin Al Abbad, Ahmad An Najmi, Shalih Luhaidan, Shalih Alu Syaikh, Ibnul Qayyim, Al Bukhari, Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Feeds:
Tulisan
Komentar

Metode yang Tepat untuk Menghapalkan Al-Qur’an dan Hadits

4 Februari 08 oleh Abu Umar

Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimanakah metode yang tepat untuk menghapalkan Al-Qur’an dan Hadits?”

Beliau menjawab:
Adapun dalam menghapalkan Al-Qur’an, maka manusia saling berbeda kemampuannya. Ada yang mampu menghapal satu halaman (mungkin yang diinginkan oleh Syaikh adalah dalam satu hari-pent), ada yang mampu satu lembar, dan ada yang mampu hanya setengah halaman atau kurang. Maka ini tergantung pada kemampuannya.

Dan termasuk perkara yang membantu dalam menghapalkan Al-Qur’an adalah dengan mengulang-ngulang serta meneliti hapalannya itu. Begitu juga dengan cara shalat malam dengan membaca hapalannya tadi jika dia mampu untuk bangun malam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلاً}

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Al-Muzammil: 6)

{ وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ }

“Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.” (Al-Isra: 79)

Cara lainnya adalah engkau mengambil bacaanmu dari para masyaikh (guru-pent) dan menghapalkan di hadapan mereka. Apabila engkau tidak menemuinya, maka aku nasehatkan kepadamu untuk mencocokkan bacaanmu dengan kaset-kaset para qari’ (pembaca Al-Qur’an) yang ahli dan membaca Al-Quran dengan metode yang benar. Tidak dengan qari’ yang berlebih-lebihan dalam membaca seperti Abdul Basith. Bahkan hendaknya engkau mencontoh bacaan qari yang mu’tadil dan mutawasith (yang membaca dengan baik, tidak berlebih-lebihan-pent). Bukan bacaan qari yang tidak disukai oleh para salaf.

Adapun hadits, menghapalkannya akan lebih mudah apabila dilakukan tanpa sanad. Maka mungkin saja engkau menghapalkan satu hadits dalam satu, dua atau tiga hari, kemudian mengamalkan hadits tersebut. Ini akan membantu sehingga hapalan hadits tersebut kokoh. Kemudian bermudzakarah (setor hapalan) kepada saudaramu serta banyak mengulang.

Diterjemahkan dari Tuhfatul Mujib nomor 131 oleh Abu Umar Al Bankawy.

Ditulis dalam Al Quran dan Tafsir, Ilmu, Ulama - Fatwa | Bertanda Fatwa, Menuntut Ilmu | No Comments Yet

  • 10 Posting Terakhir

    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh: Rasa Malu dan Keimanan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesembilan Belas: Pengawasan Allah dan Penjagaannya
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedelapan Belas: Taqwa dan Akhlak yang Baik
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketujuh Belas: Lemah Lembut dan Berbuat Baik
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keenam Belas: Larangan dari Marah
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kelima Belas: Kedermawanan dan Diam
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keempat Belas: Kapan Darah Seorang Muslim Dihalalkan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketiga Belas: Mencintai Kebaikan bagi Orang Lain
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduabelas: Meninggalkan Apa-apa yang Tidak Berguna
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesebelas: Hati-hati dan Meninggalkan Perkara-Perkara yang Meragukan
  • Kalamullah

    "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28)
  • Sabda Nabi

    “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
  • Nasehat Salaf

    "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka." (Umar bin Abdul Aziz)
  • Shortcut

    Daftar Isi
    Ketentuan Penyalinan
  • Kategori

  • Terbanyak Dibaca

    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh: Rasa Malu dan Keimanan
    • Indeks
    • Menggugat Demokrasi - Daftar Isi
    • Antara Ucapan "Syukron" (Terimakasih) dan Jazakallahu Khairan
    • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kelima Belas: Kedermawanan dan Diam
  • Statistika Blog

    Web Counter
    unique visitor sejak 04/FEB/08.
  • Versi WP

    • 251,625 hits sejak 4 Februari 2008
  • Banner

    Kumpulan Fatwa, Artikel dan Biografi Ulama Ahlussunnah

    Apakah Demokrasi dan Pemilu adalah Solusi? Temukan Jawabannya di sini

  • Free Domain co.nr
  • Status Admin

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish