Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2008


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal:
Bagaimana pendapat agama dalam masalah pacaran ini?

Jawaban:
Perkataan penanya “Sebelum Pernikahan”, apabila yang dimaksud sebelum masuk dan setelah akad nikah, maka tidak mengapa. Sebab dengan akad, wanita tersebut telah menjadi istrinya, meskipun belum mendapatkan surat resmi untuk masuk (membina rumah tangga) bersamanya. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Soal:
Apa keutamaan bershalawat untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Bolehkah kita menyingkat ucapan shalawat tersebut dalam penulisan, misalnya kita tulis Muhammad SAW atau dengan tulisan arab صلعم, singkatan dari صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Jawab:
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab:
(lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Shalih Al Fauzan

Soal:
ِSaya menghabiskan berjam-jam waktu di dapur guna menyiapkan (memasak dan sebagainya) hidangan untuk suami. Karena saya bersemangat mengisi waktu saya dengan sesuatu yang berfaedah, saya pun mengerjakan tugas saya sambil mendengarkan bacaan Al-Qur`anul Karim, baik lewat siaran radio ataupun dari kaset.

Apakah perbuatan saya ini bisa dibenarkan atau tidak sepantasnya saya lakukan mengingat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Apabila dibacakan Al-Qur`an maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang, mudah-mudahan kalian dirahmati.” (Al-A’raf: 204) (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baaz

Sesungguhnya perekonomian kaum muslimin telah tegak kokoh berabad-abad yang silam tanpa memakai sistem perbankan dan tanpa adanya bunga-bunga ribawi. Sungguh kekayaan mereka berkembang baik, muamalah mereka pun tegak kokoh. Mereka telah meraih keuntungan yang banyak serta harta melimpah melalui sarana muamalah-muamalah yang syar’i.

Allah telah menolong generasi awal kaum muslimin atas musuh-musuh mereka sehingga mereka menguasai sebagian besar wilayah dunia. Ketika itu mereka menjadikan syariat Allah sebagai hukum bagi hamba-hamba-Nya. Tidak ada sistem perbankan di masa mereka dan tidak ada juga bunga-bunga ribawi. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Pertanyaan:
Apakah hukum bekerja di Bank?

Jawab:
Bekerja di bank-bank riba hukumnya haram karena termasuk membantu amalan riba. Dan ini termasuk golongan yang mendapatkan laknat, sebagaimana yang telah dikhabarkan oleh Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam yang artinya: (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

Pertanyaan:
Apa hukumnya laki-laki mengajar atau memberi nasehat kepada wanita tentang agama mereka di tempat terbuka yang bentuknya mingguan dalam keadaan perempuan itu berhijab atau memakai niqob, ataukah harus dari belakang tirai atau tabir?

Kemudian juga apa hukumnya jika mereka membawa anak-anak mereka yang jumlahnya lumayan banyak, yang mana terkadang wanita itu sangat membutuhkan terhadap ilmu ini, dari ilmu-ilmu yang harus di ketahui oleh setiap wanita? (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin et al.

Tanya:
Ada beragam boneka, di antaranya yang terbuat dari kapas yang memiliki kepala, dua tangan, dan dua kaki. Ada pula yang sempurna menyerupai manusia. Ada yang bisa bicara, menangis, atau berjalan. Lalu apa hukum membuat atau membeli boneka semacam itu untuk anak-anak perempuan dalam rangka pengajaran sekaligus hiburan?

Jawab:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu menjawab: “Boneka yang tidak detail bentuknya menyerupai manusia/ makhluk hidup (secara sempurna) namun hanya berbentuk anggota tubuh dan kepala yang tidak begitu jelas maka tidak diragukan kebolehannya dan ini termasuk jenis anak-anakan yang dimainkan Aisyah radhiallahu ‘anha. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Soal:
Sebagian orang yang dikenal kebaikannya memasukkan televisi ke dalam rumahnya dan berkata bahwa dia tidak ingin dituduh sebagai orang yang ekstrim/terlalu mengekang. Apa nasehatmu wahai fadhilatus Syaikh? (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Soal: Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan, dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa – atau sering disebut hari ‘ Ied Arafah – untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai hari Iedhul ‘Adhaa. (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Soal : Bolehkah seorang wanita pergi dari suatu kota ke kota lain untuk berobat bersama anak lelaki dari saudara wanitanya (keponakannya), padahal keponakannya itu belum sampai umur baligh? Sertakan dalilnya.

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i (lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal : Apakah boleh bagi anak laki-laki atau perempuan memakai pakaian yang pendek sehingga terlihat pahanya?
(lebih…)

Read Full Post »


Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal: Apakah anak yang berusia di bawah 15 tahun diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana shalat?”

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

“Ya, seorang anak yang belum baligh diperintahkan untuk berpuasa apabila dia sanggup, sebagaimana dulu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- melakukannya terhadap anak-anak mereka.
(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 515 pengikut lainnya.